Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat jumlah gardu distribusi listrik yang dimatikan saat ini sudah mencapai 1.847 unit akibat banjir. Ini tersebar di beberapa wilayah DKI Jakarta dan Tanggerang.
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan, langkah ini memang sengaja dilakukan mengingat keselamatan masyarakat. Jika banjir terjadi listrik tidak boleh menyala.
"Yang dipadamkan 1.847," ungkap Jarman kepada wartawan di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Jumat (18/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jarman mengatakan tidak punya solusi lain atas padamnya gardu listrik yang diakibatkan oleh banjir, kecuali menunggu banjir surut.
"Begitu surut, ntar menyala lagi. Cuma menunggu itu saja," ungkap Jarman.
Jarma juga mengaku tidak tahu kapan air akan surut. Sehingga sulit memastikan garud berfungsi dan listrik dapat menyala kembali.
Pada kesempatan yang sama Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, pemadaman gardu dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat.
"Karena kalau tidak dimatikan, menyetrum itu. Bahaya. Ada penggulangan darurat di PLN," ungkap Jero.










































