PT Pertamina (Persero) sampai saat ini menunggu persetujuan Kementerian ESDM untuk menaikkan harga elpiji 12 kg. Jika tak kunjung disetujui, Pertamina akan mengadu ke Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menyatakan, Pertamina selalu merugi triliunan rupiah karena harga elpiji 12 kg tak naik-naik.
"Kan dari kami sudah menyampaikan ke pemegang saham, kerugiannnya triliunan selama ini dialami bertahun-tahun," kata Karen ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga sudah berikan surat ke Kementerian ESDM, tapi sampai saat ini belum dijawab jadi ya kita tunggu dulu," ucap Karen.
Namun Karen mengaku memberi batas waktu sampai akhir Februari ini. Apabila tidak juga mendapat izin, maka dirinya akan mengadu ke Dahlan Iskan terkait kerugian yang dialami ketika harus mendistribusikan elpiji 12 kg, khususnya terkait pembagian dividen Pertamina ke pemerintah.
"Menunggu sampai kapan? Ya saya tunggu sampai akhir Februari, kalau belum diizinkan? Ya saya akan datangi ke Menteri BUMN," cetus Karen.
Seperti diketahui, Pertamina mengaku menderita kerugian per tahun mencapai Rp 4,7 triliun ketika mendistribusikan elpiji 12 kg bahkan selama lima tahun terakhir Pertamina mengaku rugi hingga Rp 20 triliun.
Pertamina ingin menaikkan harga elpiji 12 kg, bahkan tidak lagi diberi subsidi harga. Karena negara sudah menyediakan subsidi untuk elpiji 3 kg yang memang diperuntukkan untuk masyarakat miskin.
Sebelumnya, Pertamina ingin menaikkan harga elpiji 12 kg minimal Rp 1.500/kg mulai awal 2013. Kenaikan harga elpiji 12 kg sudah direncanakan sejak tahun lalu namun belum berhasil.
(rrd/dnl)










































