"Petral dibuka di Singapura karena masalah strategi operasional bisnis Pertamina saja," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir saat ditemui di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (23/1/2013).
Dikatakan Ali, Singapura dipilih karena merupakan salah satu negara yang menjadi pusat perdagangan minyak di Asia Pasifik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Ali, perlu diketahui Petral adalah trading arm di Pertamina. Petral adalah kepanjangan tangan Pertamina yang mengurusi impor minyak.
"Tetapi Petral tidak diberi kewenangan untuk memutuskan hal apapun, karena semuanya ada ditangan kantor pusat Pertamina (direksi Pertamina)," tegas Ali.
Bahkan dengan keberadaan Petral di Singapura, Pertamina mendapatkan keringanan dari pemerintah Singapura yakni berupa insentif pajak.
"Dengan Petral di Singapura, kita mendapatkan insentif pajak dari pemerintah Singapura, bahkan kita mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Singapura karena Petral dinilai sebagai perusahaan yang baik dan transparan," tambah Ali.
Ali mengibaratkan, Petral adalah seperti sebuah restoran terkenal dan besar yang membuka agen di sebuah pasar induk yang memasok bahan kebutuhan restoran mereka.
"Saya ibaratkan, kalau sebuah pasar induk di Jakarta, jualan sayur dan macam-macam, ada restoran ternama yang pasti akan membuka agen di pasar tersebut untuk memasok kebutuhan restoran tersebut. Jadi ini masalah operasional bisnis saja," cetus Ali.
Petral selama ini bertugas membeli minyak dari luar negeri untuk kebutuhan di Indonesia. Banyak pihak yang seringkali mencurigai adanya praktik kongkalikong dalam pengadaan impor minyak di Petral.
(rrd/dnl)











































