Cegah Info Miring, Pejabat Pertamina Turun Tangan di Diskusi Publik

Cegah Info Miring, Pejabat Pertamina Turun Tangan di Diskusi Publik

- detikFinance
Rabu, 23 Jan 2013 19:14 WIB
Cegah Info Miring, Pejabat Pertamina Turun Tangan di Diskusi Publik
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Lebih dari 5 jajaran pejabat PT Pertamina (Persero) menghadiri sebuah diskusi publik yang bertajuk 'Membongkar Perampokan Uang Negara Oleh Penguasa Istana Negara Dalam Tubuh Pertamina'. Ada apa?

Para direksi ini menyatakan turun langsung diskusi ini agar tidak ada persepsi yang buruk terhadap Pertamina saat ini. Pertamina mengaku ingin publik mendapatkan informasi yang benar.

Direksi yang hadir dalam diskusi tersebut adalah Direktur Niaga dan Pemasaran BBM Pertamina Hanung Budya, Senior Vice President Fuel Marketing & Distribution Pertamina Suhartoko, Vice President Fuel Retail Marketing Pertamina Muchamad Iskandar, Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir, dan beberapa pejabat lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita mendapat informasi (dalam diskusi tersebut) bahwa data-data yang disampaikan itu sering lebih banyak sebuah ilusi, sehingga menjadi acuan untuk mendiskreditkan Pertamina," kata Hanung Budya ditemui usai menghadiri diskusi publik yang diadakan Petromine Watch Indonesia di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (23/1/2013).

Menurut Hanung, hal-hal seperti ini membuat Pertamina tidak ingin kecolongan dan memutuskan Pertamina akan terlibat dalam diskusi-diskusi seperti ini.

"Kali ini Pertamina memutuskan kita akan terlibat dalam diskusi seperti ini supaya kita bisa memberikan masukan data-data yang akurat agar persepsi terhadap Pertamina tidak dibelokkan, jadi kalau adik-adik mahasiswa dicekoki dengan data salah, ilusi-ilusi yang punya tujuan-tujuan tertentu, nggak baik, Pertamina itu milik bangsa, kita bersama, yuk kita bangun," tutur Hanung.

Hanung berkata Pertamina tidak anti kritik dan menerima semua masukan dan Pertamina beruba waktu-kewaktu.

"Kita juga merah putih, bukan hanya mahasiswa saja yang merah putih, jadi saya kebetulan juga anak bangsa yang kerja di Pertamina, saya nggak punya prestasi lain kecuali ingin berikan data dan informasi benar. Saya hadir karena ini diskusi publik dan saya ingin mendapatkan input yang baik buat perbaikan Pertamina dan bila ada yang masih belum jelas mengenai Pertamina, bisa langsung saya jelaskan. Ke depannya Pertamina selalu siap menghadiri diskusi-diskusi semacam ini demi perbaikan Pertamina" ucapnya.

Salah satu data yang dianggap Hanung menyesatkan dalam diskusi tersebut adalah angka delta US$ 8 dari produksi minyak.

"Delta US$ 8 itu dari mana delta, yang dibilang harga crude oil US$ 95-100 per barel itu kan asumsi, di pasar nggak ada segitu. Itu transparan, diterima BPK itu, jadi Pertamina itu tolong dijaga, kita sebagai anak bangsa jangan ikut kepentingan-kepentingan apapun yang berusaha untuk mengerdilkan Pertamina, Pertamina hancur yang rugi republik ini, itu saja," tandasnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads