"Ide itu bagus, kami sebenarnya mendukung, daripada triliunan rupiah di Jakarta 'dibakar' atau ratusan triliun subsidi BBM (Rp 200 triliun lebih) secara nasional. Tapi itu tidaklah mudah," kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir ketika berbincang dengan detikFinance melalui telepon, Jumat (25/1/2013).
Ali mengatakan, jika Pemprov DKI Jakarta meminta agar dana subsidi BBM untuk wilayahnya Rp 9 triliun dialihkan untuk infrastruktur banjir dan pemerintah pusat setuju, maka hal ini bisa dilakukan. Artinya, tidak ada lagi bensin premium dan solar subsidi di ibukota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali menambahkan, ide penghapusan BBM subsidi dengan mengalihkan subsidi tersebut buat dana infrastruktur itu baik, tapi perlu suatu skema dan perencanaan yang matang.
"Jangan sampai ide yang bagus tersebut malah pelaksanaanya menimbulkan keresahan di masyarakat," ucapnya.
"Saya setuju itu, dari pada ratusan triliun 'dibakar'. Bahkan ada survei dari salah satu universitas di Indonesia yang bilang lebih dari 70% BBM subsidi dinikmati oleh bukan yang berhak seperti orang kaya dan mampu yang seharusnya tidak disubsidi negara," cetus Ali.
(rrd/dnl)











































