Subsidi BBM di DKI Rp 9 Triliun, Bisakah Buat Proyek Atasi Banjir?

Subsidi BBM di DKI Rp 9 Triliun, Bisakah Buat Proyek Atasi Banjir?

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 25 Jan 2013 08:42 WIB
Subsidi BBM di DKI Rp 9 Triliun, Bisakah Buat Proyek Atasi Banjir?
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Jatah subsidi BBM DKI Jakarta per tahunnya mencapai 2 juta kiloliter lebih dengan nilai sekitar Rp 9 triliun. Bisakah dana tersebut digunakan untuk mengatasi banjir seperti membangun terowongan raksasa?

"Ide itu bagus, kami sebenarnya mendukung, daripada triliunan rupiah di Jakarta 'dibakar' atau ratusan triliun subsidi BBM (Rp 200 triliun lebih) secara nasional. Tapi itu tidaklah mudah," kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir ketika berbincang dengan detikFinance melalui telepon, Jumat (25/1/2013).

Ali mengatakan, jika Pemprov DKI Jakarta meminta agar dana subsidi BBM untuk wilayahnya Rp 9 triliun dialihkan untuk infrastruktur banjir dan pemerintah pusat setuju, maka hal ini bisa dilakukan. Artinya, tidak ada lagi bensin premium dan solar subsidi di ibukota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi pelaksanaanya tidak mudah, orang-orang Jakarta akan menyerbu SPBU-SPBU di luar Jakarta, bisa di Depok, Tangerang, Bogor, dan lainnya. Apa mungkin? Sangat mungkin, kemarin ketika melakukan kitir (pengendalian jatah BBM di SPBU timbul antrean dan orang rela bermalam di SPBU," ungkap Ali.

Ali menambahkan, ide penghapusan BBM subsidi dengan mengalihkan subsidi tersebut buat dana infrastruktur itu baik, tapi perlu suatu skema dan perencanaan yang matang.

"Jangan sampai ide yang bagus tersebut malah pelaksanaanya menimbulkan keresahan di masyarakat," ucapnya.

"Saya setuju itu, dari pada ratusan triliun 'dibakar'. Bahkan ada survei dari salah satu universitas di Indonesia yang bilang lebih dari 70% BBM subsidi dinikmati oleh bukan yang berhak seperti orang kaya dan mampu yang seharusnya tidak disubsidi negara," cetus Ali.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads