Pasokan Gas Langka di Medan, PLN Terpaksa 'Rogoh' Rp 25,5 Miliar/Hari

Pasokan Gas Langka di Medan, PLN Terpaksa 'Rogoh' Rp 25,5 Miliar/Hari

- detikFinance
Kamis, 21 Feb 2013 18:05 WIB
Pasokan Gas Langka di Medan, PLN Terpaksa Rogoh Rp 25,5 Miliar/Hari
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - PT PLN (Persero) terpaksa merogoh kocek lebih banyak akibat pasokan gas ke PLTGU di Belawan Medan terhenti. Setidaknya PLN harus mengeluarkan dana Rp 25,2 miliar per hari untuk membeli BBM.

"Sekarang ini suka tidak suka mau tidak mau kita harus pakai BBM untuk memproduksi listrik di PLTGU Belawan Medan, karena pasokan gas dari Lapangan Glagah Kambuna habis," kata Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki ketika dihubungi, Kamis (21/2/2013).

Dikatakan Suryadi, untuk dapat mengoperasikan PLTGU Medan, dalam sehari diperlukan solar sebanyak 2,8 juta liter. "Kita harus gunakan BBM untuk operasikan pembangkit Belawan sebanyak 2,8 juta liter per hari," kata Suryadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikarenakan PLN wajib menggunakan BBM non subsidi, jika dikalikan harga rata-rata BBM non subsidi Rp 9.000 per liter, maka dana yang harus disiapkan PLN sedikitnya mencapai Rp 25,5 miliar per hari.

Karena habisnya pasokan gas dari lapangan Glagah Kambuna tidak sesuai rencana atau kontrak, maka pasokan BBM yang seharusnya hanya digunakan untuk meningkatkan tegangan pembangkit, jadi lebih banyak kebutuhannya.

"Saat ini PLTGU Belawan mendapatkan pasokan BBM dari Kutilang Paksi Mas sebesar 250.000 KL (kiloliter) per tahun selama 2013-2016 dan dari PT Shell Indonesia sebesar 200.000 KL per tahun, dan untuk pasokan dari Shell akan habis April ini. Untuk itu PLN akan membuka lelang pengadaan BBM pada Maret nanti, minimal pasokan yang masuk sebesar 200.000 KL per tahun," cetus Suryadi.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads