Direktur Jenderal Perimbangan Kementerian Keuangan Marwanto Harjowiryono mengatakan ini adalah akibat dari subsidi energi yang berlebihan, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Jadi ada kemungkinan alokasi (APBD) jadi turun," ungkapnya kepada detikFinance usai acara Musrenbang 2013 DI Yogyakarta, di Hotel Ambarrukmo, Jalan Adisucipto, Yoyakarta, Kamis (28/3/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena memang konsumsi BBM besar, kemudian harga minyak mentah nya naik tinggi, sementara harga yang ditetapkan relatif lebih rendah, dibandingkan harga pasarnya," sebutnya.
Untuk itu pemerintah, lanjutnya berada di posisi yang sangat sulit. Sebab, hanya ada dua opsi yang bisa dilakukan, pertama adalah kendalikan konsumsi atau yang kedua naikkan harga.
"Itu sedang coba dikaji terus, tapi kalau nanti subsidinya terlalu besar pasti akan membawa pengaruh ke belanja yang lain, termasuk transfer ke daerah dan tidak ada ruang yang lebih tuntuk mengalokasikan uang lebih banyak," paparnya.
(dru/dru)











































