4.000 Buruh Pabrik Sepatu Nike Dirumahkan, Pengusaha Sebut Industri Tertekan

4.000 Buruh Pabrik Sepatu Nike Dirumahkan, Pengusaha Sebut Industri Tertekan

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2026 17:25 WIB
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam
Foto: Achmad Dwi
Jakarta -

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Bob Azam, menyebut industri padat karya rentan mengalami sejumlah tekanan. Hal itu ia ungkap menyusul kabar 4.000 pekerja pabrik sepatu Nike di Bandung dirumahkan.

Bob mengatakan, industri padat karya biasanya tertekan akibat naiknya harga bahan baku, biaya logistik, hingga karyawan. Karenanya, ia berharap agar pemerintah tidak melakukan perubahan kebijakan secara drastis.

"Memang industri padat karya ini adalah industri yang sensitif terhadap kenaikan harga-harga. Harga-harga bahan bakar lah, kemudian harga logistik lah, kemudian juga biaya buruh lah. Mereka sensitif, sehingga sedapat mungkin kita jaga jangan sampai ada perubahan-perubahan yang sifatnya drastis," ungkap Bob kepada wartawan di kantor APINDO, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun begitu, Bob meminta publik untuk kembali memilah informasi tersebut. Pasalnya, ada banyak isu beredar di balik kabar 4.000 pekerja pabrik yang dirumahkan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Jadi macam-macam isunya, ya kan. Katanya kesulitan bahan baku, ya kan. Atau order stop, gitu. Ya, kita teliti lagi lah, ya kan. Persoalannya karena apa, gitu," jelasnya.

Di sisi lain, kondisi pasar global juga disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong dirumahkannya ribuan pekerja pabrik Nike. Ketika permintaan pasar global menurun, pengiriman bahan baku produksi otomatis akan dikurangi mengingat pabrik Nike di Indonesia hanya sebatas memproduksi.

"Pengaruh global juga menentukan juga kan, ketika order itu menurun otomatis, ini kan mereka global ini kan bisa melihat, mana negara yang kompetitif nih. Oh mungkin Bangladesh, mungkin Vietnam, mungkin Indonesia. Ini kan sometimes naik turun-naik turun itu mereka yang mengatur. Ketika disini situasi bagus dia akan banyak. Jadi ini kalau kita bicara regional supply chain, itu kan seperti itu," ungkap Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Darwoto.

Diberitakan sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mengungkap sekitar 4.000 pekerja di salah satu pabrik pemasok sepatu Nike di Bandung dirumahkan akibat keterlambatan pasokan bahan baku dari Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data KSPN, 4.000 pekerja itu dirumahkan mulai 15 Juni 2026 dari total sekitar 14.000 pekerja yang bekerja di pabrik tersebut. Meski demikian, Ristadi menyebut perusahaan tetap memenuhi hak-hak normatif para pekerja yang dirumahkan, termasuk pembayaran upah sesuai ketentuan yang berlaku.

"Keterlambatan suplai bahan baku ini informasinya disebabkan karena sebelumnya disuplai bahan baku langsung oleh pihak Nike, tapi kemudian diserahkan ke vendor pihak ketiga, jadi mungkin ada hambatan teknis. Diperkirakan bahan baku baru tersedia bulan Juli," kata Presiden KSPN, Ristadi, dalam keterangan kepada detikcom, Kamis (18/6).

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads