Pengusaha Buka Suara soal Kabar 2 Raksasa Otomotif Jepang Hengkang

Pengusaha Buka Suara soal Kabar 2 Raksasa Otomotif Jepang Hengkang

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2026 16:49 WIB
Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) buka suara terkait kabar dua pabrik komponen otomotif asal Jepang di Jawa Timur asal yang disebut akan hengkang ke Vietnam. Imbasnya, diperkirakan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam, menilai belum ada keputusan final dua pabrik tersebut akan meninggalkan Indonesia. Menurutnya, perlu dicermati informasi beredar karena bisa saja perusahaan terkait hendak melakukan konsolidasi regional atau reposisi produk.

"Kita belum dapat laporannya, jadi kita harus lihat dulu. Harus diteliti dulu, jangan digong langsung gitu, ya kan. Karena itu bisa menyebabkan keresahan dan sebagainya. Jadi kita harus lihat apakah itu hengkang, apakah ada konsolidasi regional, apakah ada repositioning produk. Karena ini kan multinasional company yang beroperasi di beberapa negara," ungkap Bob kepada wartawan di kantor APINDO, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bob sendiri mengetahui nama perusahaan tersebut. Namun ia tak mengatakan pasti dua entitas perusahaan yang dikabarkan akan hengkang dari Indonesia. Bob hanya memastikan, kedua perusahaan ini merupakan produsen komponen kendaraan listrik.

ADVERTISEMENT

"Nama perusahaannya saya agak lupa, ya. Tapi yang saya dengar dia menghasilkan komponen kelistrikan, gitu loh. Nah, komponen kelistrikan ini salah satunya itu mereka ekspor ke US," jelasnya.

Bob mengatakan, produsen komponen otomotif yang berbasis ekspor saat ini memang tengah menghadapi tantangan. Utamanya bagi perusahaan yang melakukan impor produk ke Amerika Serikat (AS) lantaran dikenakan tarif baru.

Ia menambahkan, publik perlu kembali mengkonfirmasi informasi tersebut. Pasalnya berdasarkan informasi yang ia terima, tidak ada rencana hengkang dari kedua perusahaan tersebut.

"Makanya kita harus klarifikasi lagi, apakah bener-bener hengkang, ya kan. Yang saya dengar nggak begitu, gitu loh. Jadi, ya, kita harus teliti lagi, lebih dalam lagi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kabar hengkangnya dua pabrik asal Jepang ini diungkap oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal. Ia mengatakan, pemilik pabrik hendak mengubah arah perusahaan untuk memproduksi mobil listrik.

Iqbal menyebut, perusahaan induk itu ingin memindahkan produksinya ke Vietnam dan angkat kaki dari Indonesia. Bila hal itu terjadi ribuan orang pekerja akan terdampak PHK. Namun ia juga enggan menyebut dua perusahaan yang dimaksud, hanya memberi inisial nama perusahaan, yaitu PT J dan PT S.

"Karena di Indonesia rupanya mobil listrik, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik. Nah, dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto ini akan memindahkan sebagian. Ini baru diskusi awal. Informasi awal. Ini ribuan juga (yang bisa terkena (PHK)," jelas Said Iqbal ujar Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Minggu (21/6/2026).

"Jadi prinsipalnya di Jepang, akan memindahkan produksinya ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya. Jadi mereka akan berfokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia," lanjutnya.

Simak juga Video: Said Iqbal Sebut Dua Raksasa Otomotif Mau Cabut dari RI, Ini Alasannya

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads