Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Jadi US$ 107,42 per barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Jadi US$ 107,42 per barel

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 02 Apr 2013 13:51 WIB
Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Jadi US$ 107,42 per barel
Jakarta - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) di Maret 2013 mencapai US$ 107,42 per barel. Turun US$ 7,44 per barel dari US$ 114,86 pada Februari 2013.

Sementara harga Minas/SLC bulan Maret 2013 mencapai US$ 110,33 per barel, turun US$ 8,32 per barel dari US$ 118,65 per barel pada bulan sebelumnya.

Dikuti dari situs Ditjen Migas Kementerian ESDM, Tim Harga Minyak Indonesia mengemukakan penurunan harga minyak mentah Indonesia itu sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Peningkatan angka pengangguran Eropa yang mencapai 11,9%, penurunan PDB Prancis dan Jerman, serta memburuknya ekonomi Siprus yang memerlukan dana talangan (bailout).
  • Melambatnya perbaikan perekonomian AS berkaitan dengan belum tercapainya kesepakatan Kongres atas kebijakan pengeluaran Pemerintah AS.
International Energy Agency (IEA) dalam publikasinya di awal Maret 2013 memperkirakan, permintaan minyak mentah global mengalami penurunan sekitar 0,1 juta barel per hari dibandingkan laporan bulan lalu dari 90,7 juta barel per hari menjadi 90,6 juta barel per hari yang diakibatkan melemahnya perekonomian global.

Perawatan berkala kilang di sejumlah kawasan dunia. Turnaround kilang-kilang di AS, Asia, dan Timur Tengah akan berlangsung hingga bulan April 2013 juga mengakibatkan turunnya permintaan feedstock kilang.

IEA, OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries), CGES (Centre for Global Energy Studies) dalam publikasinya di awal Maret 2013 memperkirakan adanya kenaikan pasokan minyak mentah global yang berasal baik dari negara-negara OPEC maupun non OPEC. Akumulasi kenaikan perkiraan produksi ini diperkirakan mencapai 0,02-0,15 juta barel per hari akibat peningkatan produksi Irak, Libya, AS, serta kawasan Laut Utara.

Selain itu yang mempengaruhi pergerakan harga minyak adalah pernyataan Menteri Perminyakan Saudi Arabia pada konferensi di Hong Kong bahwa harga minyak sebesar US$ 100 per barel dipercaya sebagai harga yang 'reasonable'. Pemerintah Arab diyakini oleh analis pasar mengharapkan stabilitas harga minyak saat ini dengan mengatur tingkat produksinya sehingga harga minyak tidak sampai mengganggu pertumbuhan ekonomi global.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh adanya penurunan impor minyak mentah dari China hingga 2,4% dan impor minyak mentah dari India yang juga turun hingga 0,6% dibandingkan impor tahun sebelumnya akibat mulai melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Selengkapnya perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional pada Maret 2013, sebagai berikut:

  • WTI (Nymex) turun sebesar US$ 2,36 per barel dari US$ 95,32 per barel menjadi US$ 92,96 per barel.
  • Brent (ICE) turun sebesar US$ 6,53 per barel dari US$ 116,07 per barel menjadi US$ 109,54 per barel.
  • Tapis (Platts) turun sebesar US$ 6,87 per barel dari US$ 121,78 per barel menjadi US$ 114,91 per barel.
  • Basket OPEC turun sebesar US$ 6,35 per barel dari US$ 112,75 per barel menjadi US$ 106,40 per barel.
(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads