Ini Strategi Pemerintah Cegah Subsidi BBM Rp 193 Triliun Jebol

Ini Strategi Pemerintah Cegah Subsidi BBM Rp 193 Triliun Jebol

- detikFinance
Rabu, 03 Apr 2013 09:40 WIB
Ini Strategi Pemerintah Cegah Subsidi BBM Rp 193 Triliun Jebol
Foto: Dok. detikFinance
Yangon - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku, pemerintah siap mengambil langkah atau opsi yang berani untuk mengontrol laju subsidi energi di 2013. Langkah ini diambil agar subsidi energi tidak naik menjadi Rp 300 triliun.

"Kita Harus berani kurangi subsidi, kalau kita nggak berani, fiskal kita nggak sehat karena semakin boros energi," tutur Hatta kepada wartawan di Yangon, Myanmar, Rabu (3/4/2013).

Pemeritah, pada April ini sedang menggodok beberapa opsi atau strategi mengerem laju subsidi energi yang kemungkinan diambil. Opsi yang dikaji antara lain, mengontrol penggunaan BBM bersubdi dengan memasang chip canggih di setiap kendaraan, sehingga mobil tidak bisa membeli BBM melebihi kuota dan mesin dispenser pada SPBU akan terkunci secara otomatis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Opsi lain yang kemungkinan di kaji adalah membuat bensin subsidi dengan kadar oktan 90 (premix). "Mereka ada pilihan Ron 90 dengan harga Rp 7.000. Ini exercise. April ini kita putuskan," tambahnya.

Kemudian, opsi menaikkan harga BBM subsidi juga akan menjadi salah satu opsi yang akan diambil. Namun, untuk opsi ini pemerintah harus mempertimbangkan beberapa aspek, meskipun opsi kenaikan harga merupakan pilihan yang paling gampang.

"Yang paling gampang itu menaikkan harga. Kalau bicara subsidi, dampak itu ke inflasi dan kemiskinan. Kalau mau menaikkan, kita ada bantuan langsung. Tapi kaktu, kita naikkan BBM di 2005. Itu kemiskinan naik 17%," cetusnya.

Opsi lain yang kemungkinan besar pasti diimplementasikan adalah konversi BBM ke energi alternatif seperti gas dan listrik. Pada APBN 2013, anggaran subsidi energi hampir Rp 300 triliun, dari jumlah tersebut, Rp 193,8 triliun khusus untuk subsidi BBM.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads