Dikatakan Hatta, keinginan ini terlontar karena dirinya melihat kenyataan, subsidi energi khususnya BBM sebagian besar dinikmati oleh masyarakat kelas menengah ke atas yang emmiliki mobil.
Menurut Hatta, pengurangan subsidi energi Rp 100 triliun bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Selat Sunda (JSS) dan tol Trans Sumatera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, besaran subsidi energi di 2013 saja Rp 274,74 triliun atau hampir Rp 300 triliun. Bahkan hanya subsidi BBM, di luar listrik, diproyeksi bisa membengkak ke angka Rp 300 triliun kalau tidak ada pengendalian di 2013.
Hatta menjelaskan, untuk pengembangan JSS yang membutuhkan Rp 200 triliun, hanya dengan memotong selama 2 tahun anggaran subsidi energi saja. Pemerintah mampu membiayai JSS tanpa pinjaman.
"JSS itu perlu Rp 200 triliun. Itu bisa diambil dari pemotongan subsidi BBM Rp 100 triliun," tambahnya.
Pemotongan subsidi itu, juga bisa dialokasikan untuk pengembangan transportasi publik seperti MRT, monorel, dan busway. Hal ini sejalan dengan opsi mengerem laju subsidi BBM.
(hen/dnl)











































