"Kami saat ini juga sedang melakukan eksplorasi di Blok Kepala Burung Papua dengan mengebor satu sumur Anggrek Hitam," kata Head Development Media Relation Total E&P Indonesie Kristanto Hartadi ketika ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (4/4/2013).
Dikatakan Kristanto, pengeboran eksplorasi satu sumur Anggrek Hitam untuk satu tahun ini saja memakan biaya US$ 40 juta. "Dana untuk mengebor satu sumur eksplorasi untuk satu tahun mencapai US$ 40 juta," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhir Mei atau awal Juni 2013 rig (alat bor) sudah masuk. Di Papua itu luas lahan pinjam pakai hutan yang diberi izin oleh Kementerian Kehutanan seluuas 9 hektar," ucap Kristanto.
Di blok tersebut, Total E&P juga mengandengg PT Indika Energy Tbk untuk ikut bersama-sama mengerjakan blok Kepala Burung di mana Indika mendapat 10% PI.
"Kami belum tahu itu nanti potensinya minyak atau gas, tapi prediksi kami di Blok tersebut potensinya sangat bagus, di sana juga ada batubara," tandasnya.
(rrd/dnl)










































