Pemerintah saat ini terus mengkaji beberapa opsi atau pilihan untuk mengendalikan konsumsi BBM subsidi. Mulai dari melarang mobil pribadi hingga menjual bensin premix Ron 90 Rp 7.000/liter.
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Firmanzah mengatakan, usulan dari beberapa kementerian dan lembaga soal pengendalian subsidi BBM beragam. Contohnya dari Komite Ekonomi Nasional (KEN) yang mengusulkan agar kendaraan roda 4 atau mobil pribadi dilarang menggunakan bensin subsidi.
"Ada juga opsi membuat varian baru produk BBM Ron 90 (premix) dengan harga Rp 7.000/liter. Ada beberapa opsi yang sedang dibahas," ujar Firmanzah di kantor presiden, Jakarta, Kamis (4/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedang difinilasiasi, nanti mesti dibahas tentang kesiapan Pertamina juga, karena kan yang menjalankan di tingkat lapangan kan Pertamina. Sekarang dicari opsi-opsi yang bisa mengurangi beban fiskal, tapi pada saat bersamaan dampak inflasi juga terlalu tinggi, karena Januari-Maret inflasi sudah cukup," tuturnya.
Apa yang melatarbelakangi munculnya ide penjualan bensin premix Ron 90? Firmanzah mengatakan, saat ini sudah jarang negara yang menjual bensin Ron 88 atau premium.
"Jadi tinggal tunggu saja, presiden sudah menginstruksikan rumusan yang ada, sekarang ini dibahas bersama menko perekonomian kemudian nanti difinalisasi untuk dilaporkan ke presiden. Intinya, memang semuanya untuk mengurangi beban fiskal yah memang, diperuntukkan untuk orang yang benar-benar membutuhkan, orang yang mampu memang harus kita kurangi," paparnya. (dnl/dru)










































