Tanggapi Sofjan Wanandi, SBY: Jika BBM Naik, Kemiskinan Akan Meningkat

Tanggapi Sofjan Wanandi, SBY: Jika BBM Naik, Kemiskinan Akan Meningkat

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 08 Apr 2013 11:51 WIB
Tanggapi Sofjan Wanandi, SBY: Jika BBM Naik, Kemiskinan Akan Meningkat
Jakarta -

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tengah mematangkan beberapa kebijakan menahan jebolnya APBN akibat anggaran subsidi energi yang terus membengkak. Namun opsi kenaikan harga BBM subsidi tak diprioritaskan karena akan membebani rakyat.

"Kalau BBM naik, inflasi ikut naik nanti kemiskinan jadi meningkat," ungkap SBY dalam pembukaan Munas Apindo ke IX di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Senin (8/4/2013).

SBY menanggapi permintaan dari Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi yang ingin segera mengatasi masalah subsidi BBM yang memberatkan anggaran negara. Salah satu caranya, dengan menaikkan harga BBM subsidi untuk mengantisipasi jebolnya APBN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah pernah menaikkan harga BBM tiga kali. Yakni pada 2005 dilakukan dua kali kemudian pada 2008 satu kali," tutur SBY.

Hal tersebut, lanjut SBY menyebabkan harga-harga lainnya termasuk pangan turut melambung. Namun kenaikan harga tersebut tak sebanding, atau menjadi lebih besar ketimbang dari kenaikan harga BBM sendiri.

"BBM naik sekian ribu tapi harga yang lain itu naiknya tak sebanding," jelas SBY.

Oleh karena itu, SBY meminta beberapa pihak termasuk dari Komite Ekonomi Nasional (KEN) memberikan masukan untuk mencari solusi jebolnya anggaran subsidi. Namun memang tidak dengan menaikkan harga BBM.

Sofjan Wanandi memang mendukung SBY menaikkan harga BBM subsidi jika opsi tersebut diambil pemerintah. "Kami juga sebenarnya tidak suka BBM naik. Cost ikut naik. Tapi kami mendukung tindakan tersebut untuk mengurangi defisit. Kami mendukung 100% BBM dinaikkan," jelas Sofjan saat Munas Apindo ke IX di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Senin (8/4/2013).

Di depan Presiden SBY langsung, Sofjan meminta pemerintah untuk segera melakukan tindakan. Jika memang BBM tidak naik, Sofjan menegaskan subsidi harus diberikan kepada orang yang tepat.

"Kalaupun tidak, maka subsidi harus diberikan kepada orang yang tepat," tegasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads