Masyarakat Riau Jadi Korban Pemadaman Listrik Bergilir PLN

Masyarakat Riau Jadi Korban Pemadaman Listrik Bergilir PLN

Chaidir Anwar Tanjung - detikFinance
Selasa, 09 Apr 2013 14:40 WIB
Masyarakat Riau Jadi Korban Pemadaman Listrik Bergilir PLN
Pekanbaru - Pemadaman listrik bergilir masih terjadi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Pihak PLN menyatakan, pemadaman bergilir masih akan terus terjadi hingga 18 April 2013 karena rusaknya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Ombilin II.

"Ini karena PLTU Ombilin 2 yang mengalami kerusakan belum juga pulih. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan," ujar Kepala Humas PLN Riau-Kepri Suhatman kepada detikFinance, Selasa (9/4/2013).

Kondisi ini membuat sebagian masyarakat kesal. Pihak PLN Riau-Kepri sudah tiga kali berjanji soal pemadaman gilir yang kini terjadi. Awalnya PLN, berjanji pemadaman bergilir akan berakhir pada akhir Maret itu setelah dua pekan terjadi pemadaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Janji pertama molor, yang diklaim akan berakhir 4 April. Janji itu ternyata tidak juga ditepati. Belakangan PLN kembali menyebutkan pemadaman baru akan berakhir 7 April.

Tapi apa yang disebutkan PLN semuanya meleset. Pemadaman bergilir yang diklaim hanya terjadi pada saat beban puncak ternyata hanya sekedar omongan saja. Pemadaman listrik saat ini tidak hanya pada malam hari. Namun kini pemadaman juga terjadi pada sore hari.

"Kemarin jam empat sore listrik di kawasan kami padam selama dua jam. Padahal dalam pengumumannya di media lokal pemadaman hanya malam ini. Inikan sama saja PLN melakukan pembongan publik," Rian Syahputra warga jalan Hangtuan, Pekanbaru.

Hingga hari ini, PLN Riau masih tetap melakukan pemadaman. Hampir seluruh wilayah Pekanbaru mendapat giliran pemadaman selama dua jam di malam hari.

Namun wilayah ring satu, yakni Komplek Gubernuran di pusat kota hanya mendapat pemadaman bergilir tiga hari sekali. Itu pun durasinya paling lama hanya 30 menit.

"Di tempat kami juga padam, walau tak lama. Hanya 3 hari sekali saja ada pemadaman," ujar Indra warga jalan Lingga, Komplek Gubernuran Selatan.

(cha/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads