CEO Bosowa Group Erwin Aksa mengatakan agar tidak terjadi gejolak seperti kenaikkan harga pangan, maka perlu adanya kebijakan impor pangan dari pemerintah.
"Banjiri pangan di pasar di masyarakat, termasuk barang-barang impor, banjiri saja ketika kebijakan tersebut (kenaikkan harga BBM) diberlakukan," ujar Erwin kepada detikFinance, Minggu (21/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena jika BBM dinaikkan maka otomatis terjadi spekulasi harga di masyarakat, biar spekulasinya tidak tinggi maka barang di pasar harus tersedia cukup, artinya walaupun ada inflasi tapi tidak tinggi," ucapnya.
Seperti diketahui saat ini pemerintah sedang merencanakan pemberlakuan dua harga BBM subsidi, khusus untuk sepeda motor dan mobil plat kuning masih boleh membeli BBM subsidi (premium/solar) Rp 4.500 per liter, sedangkan untuk mobil pribadi/ plat hitam hanya boleh membeli BBM subsidi Rp 6.500 per liter.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan rencana kebijakan dua harga BBM subsidi akan dilakukan pada 1 Mei 2013. Menteri ESDM Jero Wacik juga mengungkapkan persiapan aturan ini sudah 90%. Nantinya akan ada dua jenis SPBU yakni SPBU khusus menjual BBM subsidi Rp 4.500 dan SPBU khusus menjual BBM subsidi Rp 6.500.
(rrd/hen)











































