Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini ketika berkunjung ke Kantor Trans Corp, Jakarta, seperti dikutip Selasa (23/4/2013).
"Kalau subsidi BBM dan energi yang hampir Rp 300 triliun itu dialihkan ke pembangunan infrastruktur, sudah bisa bangun 3 JSS (Jembatan Selat Sunda), bisa bangun 6.000 km jalan tol yang mulus tanpa perlu bayar," kata Rudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari Rp 1.683 triliun APBN 2013, sebanyak 85% digunakan untuk belanja negara, dan hanya 15%-nya untuk bangun infrastruktur, dengan dana 15% tersebut bisa bangun apa?" kata Rudi.
Menteri ESDM Jero Wacik sering berujar, subsidi energi yang hampir Rp 300 triliun tersebut, sebanyak 77% tidak tepat sasaran alias hanya dinikmati kalangan menengah atas yang selayaknya tidak perlu disubsidi karena masyarakat mampu.
(rrd/dnl)











































