Ketua Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto (SBS) mengungkapkan, kasihan negara jika harus membayar bensin seharga pertamax untuk menjadi premium subsidi Rp 4.500/liter yang dijual di SPBU.
"Saya baru tahu kalau selama ini ada beberapa SPBU jual premium tapi isinya pertamax," kata Suryo ketika ditemui di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis malam (25/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang kata Suryo, masyarakat diuntungkan karena mendapatkan produk yang berkualitas lebih baik dengan harga yang murah. "Masyarakat sih untung, tapi negara yang kasihan," tandasnya.
Sebelumnya, Komisaris Utama Pertamina Sugiharto mengatakan, saat ini tidak ada lagi negara yang menjual bensin premium Ron 88. Jadi yang diimpr adalah Ron 90 atau premix.
"Ya memang menggunakan aturan berpuluh tahun selalu menggunakan Ron 88, namun saat ini yang menjual Ron 88 sudah makin langka di dunia," kata Sugiharto.
Dikatakan Sugiharto, karena lebih mudah mengimpor Ron 90, maka Pertamina tetap menjualnya dengan harga premium Ron 88. Karena apabila bensin Ron 90 harus diturunkan oktannya, memerlukan biaya tambahan lagi.
Sementara Direktur BBM Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko
(dnl/ang)











































