Padahal, sebelumnya ia menyatakan ada kemungkinan premium yang dijual di SPBU adalah premix atau pertamax karena sedikit sekali bahkan hampir tidak ada lagi negara yang memproduksi atau menjual premium dengan Ron 88.
"Gak ada itu Pertamax, itu premium," kata Ibrahim saat dialog Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kan oknum, jadi tidak mewakili BPH Migas," sebutnya.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (persero) Ali Mundakir secara tegas membantah bensin premium yang dijual adalah Pertamax.
"Secara tegas saya menyatakan bahwa kabar itu tidak benar. Premium adalah bensin dengan ron 88, sementara Pertamax adalah ron 92," ungkapnya dikesempatan yang sama.
Ia menjelaskan, memang di beberapa negara sudah jarang memproduksi ron 88. Kemudian yang banyak tersedia adalah ron 90.
"Untuk yang diproduksi di negara-negara lain memang sekarang sulit yang mencari ron 88. Tapi tetap ada yang kita impor adalah premium," tutupnya.
(ang/ang)











































