Beberapa anggota Komisi VII DPR-RI dan Dewan Energi Nasional mengunjungi Beijing, China. Tujuan kedatangan adalah untuk mempelajari pengelolaan energi di China untuk penyempurnaan Rancangan Kebijakan Energi Nasional (R-KEN).
Delegasi yang dipimpin oleh Totok Daryanto ini ingin melihat implementasi pengelolaan energi terbarukan yang jadi salah satu keunggulan China.
Pertemuan tersebut merupakan salah satu dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Delegasi Komisi VII DPR RI dan Dewan Energi Nasional yang tergabung dalam Panitia Kerja R-KEN yang melakukan kunjungan kerja ke Beijing dan Shanghai pada tanggal 15-19 Mei 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imron menyinggung mengenai masa depan energi fosil yang bersifat sangat 'polutant' dan diperkirakan dalam kurun waktu 50-70 tahun mendatang akan mulai ditinggalkan, seiring dengan adanya kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam pengembangan energi bersih dan terbarukan.
Dalam siaran pers yang dikutip, Kamis (16/5/2013), Imro mengatakan, sebagai negara eksportir batubara terbesar ke China, Indonesia harus mampu mengantisipasi pengalihan pemakaian sumber energi China dari energi fosil ke energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan seperti energi solar, angin, geothermal, dan nuklir.
China sendiri sudah mengeluarkan UU terkait dengan Energi Terbarukan, dan karenanya penting bagi Pemerintah RI untuk segera menyusun RUU tentang Energi Terbarukan mengingat di masa depan, Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan energi fosil tersebut.
Delegasi ini juga akan melakukan kunjungan ke industri energi terbarukan di Shanghai dan melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan Suntech Industry, sebuah perusahaan besar di bidang photovoltaic (solar power).
(/)











































