Setelah rencana kenaikan harga BBM subsidi, saat ini ada lagi rencana pemasangan alat pengendali konsumsi BBM yaitu Radio Frequency Identification (RFID) yang akan dipasang di semua kendaraan bermotor dan SPBU di seluruh Indonesia.
Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, ketika alat ini terpasang, nanti pemilik motor dan mobil hanya boleh mengisi penuh bensin subsidi sekali sehari saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Jero, dengan teknologi RFID yang sedang dipersiapkan tersebut, pemerintah hanya mengontrol konsumsi BBM subsidi, namun tidak membatasi BBM subsidi.
"Nggak dibatasi, mobil juga nggak dibatasi, tapi dengan harga (BBM) mahal dia mikir dong. Kalau ngisii berkali-kali dia ngak bisa, itu yang pake teknologi. Singan diisi 40 liter, pakai 1 liter, sisanya dia tuang terus ngisi lagi ke SPBU, ya itu nanti ketahuan. Jadi jangan bikin ruwet lah," tegas Jero.
Kata Jero, pemerintah tidak akan membatasi pengunaan BBM subsidi, seperti motor 0,7 liter per hari dan mobil 3 liter per hari.
"Nggak, itu hasil riset, jadi dulu migas pernah riset, beberapa rata-rata motor konsumsi minyak, tapi bukan semua motor begitu, kalau motor kami dikasih 0,72 liter ngak cukup. Jadi rata-rata ini maksudnya," ucap Jero.
"Kan ad motor yang habis diisi, ngantor parkir, pulang baru dipakai lagi, itu kira-kira, jadi pesan yang diterima rakyat salah, dikira hanya boleh beli 0,7 liter, ya bisa marah, boleh diisi penuh tapi tidak boleh isi bolak balik dalam sehari," tandasnya.
(rrd/dnl)











































