"Kita tergetkan Juni harus dinaikkan (harga BBM subsidi) karena agar jangan kelamaan, karena (Juli) jelang bulan puasa," ucap Menteri ESDM Jero Wacik ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2013).
Diakui Jero, banyak pertanyaan kepadanya kenapa pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi dengan segera, padahal hal itu sudah menjadi kewenangan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah hitung, kalau inflasi terjadi akan memberikan dampak kepada rakyat. Rakyat kelas menengah dan atas kalau ada kenaikan inflasi kita hitung sekitar 1,7% mungkin nggak terlalu terasa khususnya kelompok masyarakat menengah sebanyak 45 juta penduduk, tapi bagi rakyat miskin 15,5 juta jiwa ini berat. Maka perlu ada Balsem yang diberi selama 5 bulan sejak dinaikan, karena ada Balsem perlu diatur di APBN Perubahan 2013," katanya.
Pemerintah menunggu pengesahan APBN-P 2013 karena di dalamnya ada kompensasi untuk rakyat miskin pasca kenaikan harga BBM subsidi, termasuk 'Balsem' Rp 150 ribu/bulan selama 5 bulan.
(rrd/dnl)











































