Bondan, salah satu petugas PT PLN (Persero) mendapatkan bogem mentah dari pelanggan PLN yang aliran listrik rumahnya diputus karena menungguk pembayaran tagihan listrik. Hal ini mengingatkan pada kasus kekerasan sebelumnya yang terjadi di Jatinegara, Jakarta Timur tahun lalu.
Manajer PLN Area Teluk Naga Alam Awaluddin mengungkapkan kembali terjadi kekerasan fisik terhadap petugas lapangan PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tanggerang karena menjalankan tugas untuk melakukan pemutusan aliran listrik pelanggan yang menunggak tagihan selama 7 bulan.
"Bondan petugas Tusbung (pemurusan dan penyambungan) PLN dipukul Mamat (55) warga Desa Buaran Jati, Kecamatan Suka Diri, Tanggerang dan mengenaik pelipis kirinya Bondan," ungkap Alam dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di rumah pelaku, tim tusbung hanya dapat menemui anaknya, Muhamad Riki Suharjo yang duduk di kelas 1 SLTA, karena Mamat dan istri sedang tidak ada di rumah. Atas persetujuan Riki, petugas kemudian memutus aliran listrik rumahnya. Setelah Mamat memenuhi kewajibannya dengan membayar semua tagihan, tim tusbung kembali menyambungkan listrik rumah pelaku pada hari yang sama pukul 16.00 WIB. Saat itulah, Mamat yang masih emosi karena rumahnya dipadamkan, memukul Bondan tepat di pelipis kirinya," ungkapnya.
Mamat sendiri kata Alam, meminta kasus pemukulan tersebut diselesaikan melalui jalur damai. "Mediasi dilakukan di kantor kepolisian Polsek Mauk pada Rabu (12/6) dengan beberapa poin perjanjian yang dipenuhi oleh pelaku," ucapnya.
Poin yang disepakati kata Alam, Mamat menyetujui persyaratan yang diajukan oleh pihak PLN unit area Teluk Naga yang diantaranya meminta maaf kepada korban korban pemukulan, meminta maaf kepada instansi PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, bersedia mengganti biaya pengobatan korban pemukulan, bersedia mengganti MCB dari pasca bayar menjadi prabayar dan tidak keberatan peristiwa pemukulan tersebut diekspos di media massa.
(rrd/hen)











































