Harga BBM Naik, Hatta: Migrasi Pengguna Pertamax ke Premium Tak akan Terjadi

Harga BBM Naik, Hatta: Migrasi Pengguna Pertamax ke Premium Tak akan Terjadi

Moksa Hutasoit - detikFinance
Kamis, 20 Jun 2013 19:56 WIB
Harga BBM Naik, Hatta: Migrasi Pengguna Pertamax ke Premium Tak akan Terjadi
Foto: dok.detikFinance
Jakarta -

Pemerintah menegaskan kenaikan harga BBM subsidi tidak semata-mata untuk menekan anggaran subsidi energi di APBN-P 2013. Juga bertujuan menahan imigrasi atau perpindahan konsumen dari BBM non subsidi Pertamax ke BBM Premium.

"Dengan kenaikan (harga BBM) ini, maka migrasi dari pertamax ke premium tidak terjadi karena disparitas (perbedaan harga bensin subsidi dan non subsidi) tidak jauh sekali," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/6/2013).

Selain itu, penyelundupan BBM subsidi menurut Hatta juga tidak akan menarik lagi. Karena perbedaan harga antara bensin subsidi dan non subsidi jadi lebih kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta mengatakan, kuota BBM subsidi tahun ini ditetapkan 48 juta kiloliter (KL). Kuota ini dinilainya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam setahun.

Soal rencana kenaikan harga BBM subsidi, Hatta mengatakan pemerintah saat ini tengah mempersiapkan pengucuran kompensasi untuk rakyat miskin, termasuk bantuan langsung sementara masyarakat (Balsem) Rp 150 ribu/bulan untuk 4 bulan kepada 15,5 juta keluarga miskin.

"Saudara pasti bertanya kapan akan dinaikkan. Secepatnya! Kalau cepat ya ini hari Kamis, nah secepatnya. Jadi itu pokok-pokok yang saya sampaikan," kata Hatta.

Pada APBN Perubahan (APBN-P) 2013 dialokasikan, anggaran subsidi energi tahun ini meningkat Rp 30,9 triliun dibandingkan APBN 2013, sehingga menjadi Rp 300 triliun.

Anggaran subsidi energi ini naik meskipun ada rencana kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi dan juga kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang sudah berjalan tahun ini.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads