Permintaan BBM Subsidi Masih di Atas Normal Pasca Kenaikan Harga

Permintaan BBM Subsidi Masih di Atas Normal Pasca Kenaikan Harga

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 23 Jun 2013 17:20 WIB
Permintaan BBM Subsidi Masih di Atas Normal Pasca Kenaikan Harga
Jakarta - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sudah terjadi. Premium berubah menjadi Rp 6.500 dan solar Rp 5.500 per liter.

Meskipun telah naik, ternyata konsumsi BBM bersubsidi tersebut masih di atas batas normal. PT Pertamina (persero) mengungkapkan penyaluran BBM subsidi telah mencapai 5% di atas hari normal.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir mengatakan realisasi penyaluran Premium pada Sabtu (22/6/2013) mencapai 84.300 KL atau 5% di atas penyaluran harian normal sebesar 80.000 KL.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan hasil pantauan dari Pusat Komando dan Pengendalian Monitoring BBM PSO Pertamina, penyaluran BBM bersubsidi masih lebih tinggi dari penyaluran harian normal. Untuk itu, Pertamina memantau dengan cermat setiap perkembangan permintaan BBM bersubsidi oleh masyarakat pasca penaikan harga BBM bersubsidi ," kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/6/2013).

Melihat ketahanan ketahanan stok BBM nasional, Ali mengaku masih terjaga pada level minimal 18 hari. Sehingga, penyaluran BBM bersubsidi kepada masyarakat sejauh ini juga berjalan dengan lancar dan aman.

Seperti diketahui, realisasi penyaluran BBM bersubsidi 5 hari jelang penetapan kebijakan penaikan harga berada di atas penyaluran harian normal, yaitu Premium sebesar 23% dan Solar 13%.

Pada hari penetapan harga baru, Jumat (21/6/2013), realisasi penyaluran Premium bersubsidi mencapai 98.600 KL atau 22,3% di atas rata rata penyaluran harian normal sekitar 80.000 KL. Sedangkan realisasi penyaluran Solar subsidi sekitar 50.000 KL, meningkat dari rata-rata penyaluran harian normal sekitar 43.000 KL.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads