Produksi Migas di Tuban Terus Menurun

Produksi Migas di Tuban Terus Menurun

Dion Fajar - detikFinance
Senin, 24 Jun 2013 16:08 WIB
Produksi Migas di Tuban Terus Menurun
Tuban - Produksi minyak dan Gas Bumi (Migas) di Kabupaten Tuban terus mengalami penurunan drastis. Sejak enam tahun terakhir, produksi Migas yang dihasilkan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) terus merosot hingga 50%.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tuban, produksi Migas di Tuban pada 2007 mencapai 1.156.196,79 barel. Angka tersebut dihasilkan dari Kontraktor Kontrak Kerjasama Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOBPPEJ) dan Pertamina EP (Eksploration-Produktion).

Namun kini setelah 6 tahun berlalu, produksi Migas dari kedua KKKS tersebut hanya mencapai 603.246,07 barel. Padahal sebelumnya di 2008, hasil produksi sempat menyentuh angka tertinggi yaitu 1.389.434,16 barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Produksi Migas kita terus mengalami penurunan sejak enam tahun terakhir," terang Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tuban Hery Prasetyo S kepada wartawan, Senin (24/6/2013).

Hery Prasetyo menjelaskan, KKKS di Tuban hanya ada 2 perusahaan, yaitu Pertamina EP (Eksplorasi-Produksi yang mengelola sumur minyak di Desa Banyuurip Kecamatan Senori, Tuban, dan Operator Migas Blok Tuban Sumur Mudi, di Kecamatan Soko, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ).

"Dua KKKS itu yang selama ini mengelola sumur Migas yang ada di wilayah Tuban," sambungnya.

Adapun rincian angka produksi Migas sejak enam tahun terakhir sebagai berikut:

  • 2007 produksi sebanyak 1.156.196,79 barel per tahun
  • 2008 mengalami peningkatan menjadi 1.389.434,16 barel
  • 2009 kembali turun hingga 999,023,63 barel per tahun.
  • 2010 produksi Migas semakin merosot hingga angka 908.331,26 barel per tahun
  • 2011 sebesar 716.056,41 barel per tahun
  • 2012 merosot menjadi 603.246,07 barel per tahun.
"Dari 1 juta barel lebih pada tahun 2007 terus turun dan tahun 2012 kemarin produksi hanya berkisar 600 ribu barel," pungkasnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads