Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengungkapkan, makin tinggi pertumbuhan ekonomi, maka makin tinggi pula kebutuhan BBM. Ujungnya, jumlah impor BBM dan makin besar.
"Penduduk Indonesia tiap tahun tumbuh 1,1%, ekonomi tumbuh 6,2%-6,3%, hal tersebut seperti sengsara membawa nikmat, karena kebutuhan energi kita tumbuh, BBM makin banyak, dan makin banyak lagi impornya," ucap Susilo dalam acara Seminar Harga Komersial Gas Bumi Yang Tepat Guna Bagi Industri, di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (28/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak masyarakat kita yang belum tahu kalau produksi minyak Indonesia juga tiap tahun selalu turun, produksi kita hanya 650.000 barel per hari, kebutuhan kita 1,4 juta KL per hari, artinya 700.000-800.000 barel per harinya kita impor, ya apa boleh buat is oke," ungkap Susilo.
Untuk itu, kata Susilo, pemerintah terus mendorong penggunaan bahan bakar lain selain dari BBM, seperti menggunakan gas. Karena gas di Indonesia jumlahnya masih banyak dan harganya masih murah.
"Kita akan dorong masyarakat kita dan industri menggunakan gas, selain murah juga bersih. Namun saat ini jadi masalah bagi industri, industri selalu teriak kekurangan gas, sementara gas saat ini banyak tapi tidak bisa bawa gas-nya ke industri, titik masalahnya karena kita masih kekurangan infrastruktur," ujar Susilo.
(rrd/dnl)











































