Pendapatan usaha perseroan pada semester I-2013 mencapai Rp 116,7 triliun atau naik 4,8% dibandingkan pendapatan usaha periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan itu terutama berasal dari peningkatan volume penjualan tenaga listrik akibat penambahan pelanggan dan kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang diberlakukan bertahap setiap triwulan mulai rekening Januari 2013.
Sementara itu, beban usaha pada semester satu 2013 tercatat Rp 98,3 triliun, meningkat 3,6% dibandingkan semester pertama 2012 yang sebesar Rp. 94,9 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menjelaskan, naiknya laba bersih ini juga disebabkan adanya peningkatan laba selisih kurs yang bersifat non tunai Rp 7,7 triliun. Namun di sisi lain terjadi peningkatan beban bunga dan keuangan Rp 2,3 triliun dan peningkatan beban pajak Rp. 1,6 triliun.
Peningkatan laba selisih kurs Rp 7,7 triliun terutama disebabkan apresiasi rupiah terhadap yen 10,4% meskipun mata uang rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS 2,7% pada enam bulan pertama tahun ini.
(rrd/ang)











































