Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan produk ini dihadirkan awalnya bertujuan sebagai alternatif saat terjadinya kemacetan dan pemilik kendaraan tidak sanggup mencapai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) saat arus mudik.
"BBM dalam kemasan penjualannya kecil, padahal kemasan ini kita siapkan untuk dijual di lokasi macet saat mobil nggak bisa gerak dan tidak bisa bergerak," kata Hanung seperti yang dikutip detikFinance, Selasa (6/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi memang penjualannya lebih kecil, padahal kita produksi itu 80 ribu pcs (kantong) untuk berbagai jenis dan kemasan," ujarnya.
Penyebabnya, menurut Hanung sejauh ini adalah sosialisasi yang tidak menyeluruh. Selain itu, dari segi kemacetan juga tampak berkurang karena ada perubahan pola puncak arus mudik.
"Mungkin karena kurang sosialisasi, informasinya jadi tidak tersampaikan dan kemudian juga karena kemacetan sepertinya berkurang. Artinya bisa juga karena mereka sudah terpenuhi kebutuhannya dari SPBU yang ada," tuturnya.
(dru/dru)











































