Namun saat ini Kernel Oil tidak lagi diperbolehkan ikut lelang penjualan minyak, gas, atau kondensat di SKK Migas.
Deputi Pengendalian Komersial Widyawan Prawiraatmadja mengatakan, pasca penangkapan Rudi oleh KPK, aktivitas bisnis di SKK Migas tetap berjalan normal, termasuk lelang penjualan gas, minyak, dan kondensat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Widyawan, pada 13 Agustus 2013, sebelum penangkapan Rudi Rubiandini oleh KPK, ada pemberitahuan lelang yang juga ditujukan kepada pada trader, termasuk Kernel Oil yang teregistrasi untuk ikut lelang.
"Di pemberitahuan disebutkan lelang dibuka Senin kemarin dari pukul 08.00-10.00, di mana mereka (trader) mengajukan penawaran melalui fax ke tim tender yang diketuai Kepala Divisi Minyak dan Kondesat," ujarnya.
Sesuai rencana, kata Widyawan, hasil tender telah dibuka kemarin, dan saat ini penawaran sudah divalidasi dan verifikasi oleh Deputi Pengendalian Komersial yang kemudian akan disampaikan kepada Kepala SKK Migas untuk diputuskan siapa pemenangnya.
"Besok diumumkan. Tapi dari 35 perusahaan, ada 7 yang melakukan penawaran tender, dan yang dinyatakan lolos tender ada 4 perusahaan, tapi saya tidak bisa sebut namanya, yang jelas Kernel Oil tidak mengirimkan penawaran, karena pada Jumat lalu telah didiskualifikasi karena alasan dugaan keterkaitan kasus ini (dugaan suap)," ungkap Widyawan.
Ditambahkan Widyawan, dari 4 perusahaan tender yang lolos tersebut akan segera ditentukan pemenangnya.
"Pemenang yang menang adalah yang melakukan penawaran harga tertinggi di atas ICP (Indonesia Crude Price). Dari harga yang ditawarkan para peserta tender adalah US$ 30 sen per barel sampai US$ 2,3 per barel di atas ICP," ungkapnya.
Kondesat yang dilelang untuk dijual adalah sebanyak 400.000-500.000 barel untuk September dan Oktober. Kondensat berasal dari lapangan Senipah di Balikpapan yang dikelola Total E&P.
Kernel Oil merupakan trader minyak yang memiliki kantor operasi di sejumlah negara selain pusatnya di Singapura. Kantor operasional lain Kernel Oil adalah di Australia, Indonesia, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Swiss.
Dalam data yang dikutip detikFinance, ada dua orang yang memimpin operasi Kernel Oil di Singapura. Mereka adalah Meivy Rantanachaitong yang berwarganegara Indonesia dan Widodo Ratanachaitong yang berwarganegara Singapura.
Data tersebut juga mengungkapkan sejumlah bank tempat menyimpan uang Kernel oil, antara lain BNP Paribas, ING Bank N.V, PT Bank Mandiri Tbk, United Overseas Bank Limited, ABN Amro Bank N.V, Societe Generale, Rabobank Nederland, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).
(rrd/dnl)











































