Sejumlah tokoh nasional menuntut agar pemerintah menyerahkan hak pengeolaan blok gas Mahakam, Kalimantan Timur kepada BUMN, seperti Pertamina. Jangan blok gas Mahakam diserahkan pengelolaannya kepada asing.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin hari ini mendatangi kantor Menteri ESDM Jero Wacik bersama sejumlah tokoh, seperti Fuad Bawazir dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidan, agar blok Mahakam diserahkan ke BUMN.
Kontrak pengelolaan Blok Mahakam yang dipegang Total E&P asal Prancis, akan habis 2017. Pemerintah belum menentukan siapa yang akan menjadi operator selanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah memang beralasan, Indonesia belum mampu mengelola sendiri Blok Mahakam karena tidak punya uang Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempuni. "Pemerintah beralasan kalau kita tidak punya modal dan SDM mempuni, itu pelecehan, itu sama saja melecehkan negara sendiri," ucap Din Syamsuddin.
Din Syamsuddin menegaskan, pihaknya dari Koalisi Akbar Rakyat Selamatkan Negara (KARSN) dan beberapa tokoh lainnya seperti Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, MUI, Muhammadiyah, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berbagai universitas di Indonesia menyampaikan petisi yakni meminta segera mungkin pemerintah memutuskan kontrak Blok Mahakam tidak diperpanjang pasca berakhirnya kontrak pada 2017 nanti.
"Menunjuk dan mendukung keinginan Pertamina untuk menguasai Blok Mahakam secara penuh, 100% sejak April 2017," ujar Din Syamsuddin.
Selain itu, pihaknya juga menolak berbagai upaya dan tekanan pihak asing termasuk tawaran kerjasama ekonomi, bantuan keuangan dan komitmen investasi dalam rangka ingin memperoleh perpanjangan kontrak Blok Mahakam.
"Selain itu kami kuga meminta jaminan pemilikan minimal 10% saham Blok Mahakam oleh BUMD (Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Kartanegara) yang pelaksanaannya dikoordinasikan dan dijamin oleh Pemerintah Pusat bersama Pertamina, tanpa partisipasi atau kerjasama dengan swasta," cetus Din.
Din dan rombongan yang datang tak menemui Jero Wacik di kantornya. Tak ada informasi ke mana Jero saat ini.
"Perasaannya pasti kecewa karena tidak ditemui Menteri ESDM, tapi kami tadi sudah sampaikan ke 3 orang staf ahli Menteri ESDM," ucap Din.
Tetapi paling utama, petisi Blok Mahakam sudah disampaikan dan berharap segera disampaikan ke Menteri ESDM Jero Wacik.
"Kita juga berharap nantinya Pak Jero bisa menemui kami jika ada kesempatan, tapi intinya kami meminta tegas Blok Mahakam tidak boleh diperpanjang, karena jika diperpanjang maka gerakan ini akan terus menyebar di seluruh Indonesia dan terus menyuarakan penolakan," kata Din. (rrd/dnl)











































