"Kami sudah jumlahkan dari angka-angka kesanggupan KKKS (kontraktor kontrak kerjasama) sudah dicek semua, maka kami usulkan tahun depan produksi minyak 870.000 barel per hari," kata Menteri ESDM Jero Wacik dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2013).
Jero mengatakan, target minyak tahun depan sangat menantang dan memerlukan kerja keras untuk mencapainya. Belum lagi, target produksi minyak tahun ini sebesar 840 ribu barel per hari, baru tercapai 826 ribu barel per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi Jero menyatakan, setelah 2-3 minggu pasca kasus Rudi Rubiandini tersebut sudah diambil tindakan cepat. Industri migas mulai bergerak, apalagi ada dukungan dari TNI untuk mengamankan setiap investasi di Indonesia termasuk di sektor migas.
"Dari situ saya mohon bantuan semua, untuk mendorong agar ini kita semua mengejar produksi migas 840.000 per hari, kalau bisa tercapai akhir tahun ini, kemungkinan untuk mengejar produksi 870.000 barel per hari makin terbuka, terus terang Cepu (Blok Minyak) salah satu harapan saya," ungkapnya.
"Target 870.000 barel per hari ini terus terang angka yang sangat menantang, angka yang sangat berat, tetapi kalau bekerja sama, bapak-ibu (anggota DPR) mendukung kami, tentu sekaligus juga mengajak walikota, bupati, dan gubernur di daerah jangan persulit perizinan, saya yakin 870.000 barel per hari bisa tercapai pada 2014," kata Jero.
(rrd/dnl)











































