"Memang saat ini beberapa daerah di Sumatera khususnya di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau kondisi pasokan listriknya pas-pasan," kata Manajer Senior Komunikasi PT PLN (persero) Bambang Dwiyanto, dalam keterangan tertulisnya kepada detikFinance, Senin (9/9/2013).
Bahkan didaerah tersebut pada saat-saat tertentu kata Bambang pasokannya kurang sehingga terpaksa dilakukan pengurangan beban atau pemadaman bergilir. "Bahkan saat-saat tertentu daerah Sumut, Sumbar dan Riau terpaksa dilakukan pengurangan beban alias pemadaman bergilir," ucap Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diungkapkan Bambang, banyak proyek 10.000 MW tahap I yang terlambat seperti PLTU Teluk Asirih di Sumatera Barat, PLTU Pangkalan Susu di Sumatera Utara dan PLTU Nagan Raya di Aceh.
Apa yang menyebabkan proyek-proyek tersebut terlambat?
"Penyababnya komplikasi juga, seperti kontraktor proyek PLTU nya tidak perform, anda tahulah kontraktornya asalnya dari mana (China), karena 100% kontraktornya dari sana semua, selain itu kendala komunikasi (bahasa) dengan kontraktor tersebut karena kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris apalagi Indonesia," ujarnya.
Menurut Bambang selain masalah tersebut ada lagi masalah pembebasan lahan, masalah sosial dan lain-lain.
"Sebelumnya untuk proyek-proyek pembangkit seperti itu (PLTU) PLN terbiaya bekerja sama dengan kontraktor alasa Jepang, Jerman dan Amerika dan hampir tidak ada masalah, namun dengan kontraktor ini PLN baru pertama kali," tandasnya.
(rrd/hen)











































