Direktur Utama PLN Nur Pamudji membantah pihaknya lamban mengantisipasi krisis listrik yang terjadi.
"Sejak 1 September 2013 kita sudah memperkirakan akan terjadi kondisi ini (krisis listrik). Saya langsung datang ke Sumatera Utara dan memberikan penjelasan kepada Gubernur, kita jumpa pers juga, agar masyarakat tahu," ucap Nur ditemui di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Kamis (19/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mendatangkan genset-genset tersebut butuh waktu hingga 40 hari, ini sudah kami lakukan dan datangnya genset ini secara bertahap, kami pastikan awal November ini krisis ini bisa berakhir," ucapnya.
Saat ini, kondisi krisis pasokan listrik tersebut sedikit tertolong dengan masuknya pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Nagan Raya 2 x 100 MW masuk ke jaringanan listrik PLN.
"Namun karena ini baru dan dalam tahap testing jadi kadang harus dimatikan dan ada beberapa perbaikan," tandasnya.
Direktur Operasional Listrik Jawa, Bali, dan Sumatera PLN Ngurah Adnyana sebelumnya mengatakan mengatakan, krisis listrik yang terjadi di Sumatera salah satu sebab utamanya adalah karena telatnya pembangunan listrik oleh sejumlah kontraktor asal China.
(rrd/dnl)











































