"Kami akan bangun enam anjungan, anjungan PHE-7, PHE-12, PHE-24, PHE-29, PHE-44, dan PHE-48, dana untuk bangun satu anjungan mencapai US$ 150 juta (US$ 150 juta x 6 x kurs Rp 10.000 = Rp 9 triliun), kami targetkan bisa produksi pada 2015," kata General Manager PHE WMO Bambang Kardono, di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (27/9/2013).
"Tapi kami menunggu persetujuan dari SKK Migas dulu. Kalau diizinkan awal 2014 konstruksi sudah bisa dimulai," kata Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cadangan minyak kita decline rate-nya (penurunannya) cukup tinggi, 50% per tahun," ujarnya.
Bambang mengatakan, dengan adanya tambahan 6 anjungan tersebut, maka diharapkan dapat menambah produksi sebanyak 12.000 barel per hari.
"Diharapkan dengan enam anjungan tambahan tersebut, ada tambahan produksi 12.000 barel per hari, sehingga produksi minyak WMO pada 2015 bisa mencapai rata-rata 26.000-27.000 barel per hari," kata Bambang.
(rrd/dnl)











































