Proyek PLTU Batang Rp 40 T Molor, Listrik Jawa Terancam Krisis di 2018

Proyek PLTU Batang Rp 40 T Molor, Listrik Jawa Terancam Krisis di 2018

- detikFinance
Senin, 07 Okt 2013 14:54 WIB
Proyek PLTU Batang Rp 40 T Molor, Listrik Jawa Terancam Krisis di 2018
Jakarta - Di Jawa, tepatnya Jawa Tengah, saat ini sedang dibangun proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang 2 x 1.000 megawatt (MW). Namun proyek ini molor karena pembebasan lahan yang belum beres. Listrik di Jawa terancam krisis.

Bila tak kunjung rampung, proyek senilai US$ 4 miliar atau Rp 40 triliun ini bisa membuat pasokan listrik di Jawa krisis pada 2017-2018. PLTU ini adalah yang terbesar di ASEAN.

Direktur Operasi Jawa-Bali-Sumatera PT PLN (Persero) Ngurah Adyana mengatakan, proyek PLTU Batang 2 x 1.000 Megawatt (MW) harusnya sudah segera dibangun, karena bila tidak dibangun, maka akan berdampak pada pasokan listrik pada 2017-2018.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembangkit ini pasti akan berpengaruh pada tahun 2017-2018, akan sangat baik segera bisa dibangun," ucap Adyana dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (7/10/2013).

"PLTU ini masuk ke sistem Jawa Bali, pasti akan berpengaruh terhadap pasokan listrik," kata Adyana.

Karena PLTU Barang tersebut berkapasitas besar, tentu akan memiliki pengaruh besar, bila proyek ini tidak selesai sesuai target. Apalagi target financial close PLTU Batang ini sudah lewat yakni pada 6 Oktober 2013 kemarin, dan sudah seharusnya dibangun karena ditargetkan selesai pada 2014.

Berkaca pada kondisi di Sumatera yang saat ini mengalami krisis pasokan listrik dan membuat hampir tiap hari terjadi mati lampu berjam-jam salah satunya karena terlambatnya beberapa proyek PLTU di Sumatera yang harusnya sudah selesai.

Akibatnya pasokan listrik di Sumatera tidak cukup sementara pertumbuhannya makin tinggi yakni mencapai 14% per tahun sedangkan perkiraan PLN hanya sebesar 9%.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads