Bila tak kunjung rampung, proyek senilai US$ 4 miliar atau Rp 40 triliun ini bisa membuat pasokan listrik di Jawa krisis pada 2017-2018. PLTU ini adalah yang terbesar di ASEAN.
Direktur Operasi Jawa-Bali-Sumatera PT PLN (Persero) Ngurah Adyana mengatakan, proyek PLTU Batang 2 x 1.000 Megawatt (MW) harusnya sudah segera dibangun, karena bila tidak dibangun, maka akan berdampak pada pasokan listrik pada 2017-2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PLTU ini masuk ke sistem Jawa Bali, pasti akan berpengaruh terhadap pasokan listrik," kata Adyana.
Karena PLTU Barang tersebut berkapasitas besar, tentu akan memiliki pengaruh besar, bila proyek ini tidak selesai sesuai target. Apalagi target financial close PLTU Batang ini sudah lewat yakni pada 6 Oktober 2013 kemarin, dan sudah seharusnya dibangun karena ditargetkan selesai pada 2014.
Berkaca pada kondisi di Sumatera yang saat ini mengalami krisis pasokan listrik dan membuat hampir tiap hari terjadi mati lampu berjam-jam salah satunya karena terlambatnya beberapa proyek PLTU di Sumatera yang harusnya sudah selesai.
Akibatnya pasokan listrik di Sumatera tidak cukup sementara pertumbuhannya makin tinggi yakni mencapai 14% per tahun sedangkan perkiraan PLN hanya sebesar 9%.
(/)











































