Pengusaha Kompak Tolak Kenaikan Tarif Listrik 2014

Pengusaha Kompak Tolak Kenaikan Tarif Listrik 2014

- detikFinance
Rabu, 23 Okt 2013 12:58 WIB
Pengusaha Kompak Tolak Kenaikan Tarif Listrik 2014
Jakarta - Para pengusaha di bawah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kadin Indonesia sepakat menolak rencana kenaikan tarif listrik tahun 2014, apalagi dengan rencana pencabutan subsidi.

"Pengusaha Indonesia menolak untuk dinaikkan tarif listrik," ungkap Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani saat berdiskusi dengan media di Kantor Pusat Kadin Kuningan, Jakarta, Selasa (23/10/2013).

Menurut rencana, kenaikan TDL 2014 akan dikenakan bagi kalangan industri golongan B2 dan B3. Kenaikan didasarkan atas harga minyak dunia yang melonjak dan depresiasi nilai tukar dolar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain usulan pemerintah, dikatakan Franky, pihak DPR juga mengusulkan kenaikan TDL untuk industri golongan E4 atau industri bahan baku dan golongan E3 atau perusahaan terbuka.

"Kalau saja subsidi dicabut naiknya bisa mencapai 42% artinya produk plastik dan lainnya juga akan naik. Industri golongan B2-B3 kenaikan listrik tahun 2012 sudah 20%. Pemerintah kita harapkan gunakan biodiesel untuk PLN. Kalau itu memang naik TDL, daya saing kita semakin berkurang," imbuhnya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Chris Kanter berpendapat beban listrik selama ini ditanggung oleh para pengusaha. Sedangkan untuk sektor rumah tangga kenaikan listrik tidak dikenakan padahal daya beli cukup kuat.

"Pelanggan di bawah 900 dan 450 tidak terjadi kenaikan. Ini nggak fair, mereka naiknya hanya Rp 4.800-5.000. Sementara buat beli pulsa Rp 100.000 mereka bisa beli. Tetapi semua beban listrik ditanggung kepada pengusaha hingga 18% atau bisa sampai 27%," kata Chris.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads