"Pembangunan terminal LNG tersebut mengubah kilang LNG Arun menjadi terminal regasifikasi (merubah LNG menjadi gas) dengan kapasitas 636.000 m3 sampai 2.000 mmscfd," kata Direktur Utama PT Pertamina Gas Hendra Jaya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (8/11/2013).
"Dalam terminal Arun ini ada 5 tangki LNG atau sama dengan 5 kali kapasitas kapal FSRU di Jawa Barat," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan terminal LNG di Arun tersebut, nantinya akan membantu memasok gas ke industri-industri di Aceh dan Sumatera Utara.
"Gas dari hasil regasifikasi LNG tersebut dapat memasok gas ke daerah-daerah industri di Aceh dan Sumatera Utara, pemerintah juga akan membangun kawasan industri di Sei Mangkei. Selain memasok gas ke industri dalam negeri, terminal ini bisa juga menjadi terminal ekspor LNG," jelasnya.
Selain untuk memasok gas ke industri dan konsumen, gas itu juga untuk memasok ke PLN, Pertamina Gas membangun pipa dengan diameter 24 inchi sepanjang 370 KM dari Arun ke Belawan.
"Dana untuk membangun pipa sepanjang 370 km dari Arun ke Belawan mencapai US$ 400 juta," tutupnya.
(rrd/dnl)











































