βSekarang di sini bisa isi bensin sendiri, jadi konsumen tinggal bayar di kasir, lalu mendapatkan struk dan tinggal angkat nozel-nya masukkan ke tangki kendaraan," kata Ardi salah satu petugas SPBU COCO Kuningan kepada detikFinance, Jumat (15/11/2013).
Ardi mengatakan konsep self service memang baru diterapkan sejak awal November 2013 khususnya di SPBU Kuningan. Beberapa SPBU Pertamina lainnya juga telah melakukan uji coba sejak tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem self service di SPBU Kuningan, hanya berlaku untuk pengisian BBM untuk sepeda motor saja, untuk mobil dan kendaraan lainnya belum diterapkan. Alasannya karena sistemnya masih baru, juga sambil menunggu para pengendara sepeda motor lebih terbiasa agar lancar.
"Sistem ini membuat antrean kendaraan yang mengisi bensin di SPBU jauh lebih sedikit, karena dengan pelanggan mengisi sendiri jauh lebih cepat," katanya.
Ardi mengakui awalnya penerapan sistem self service banyak masyarakat yang bingung, bahkan tidak jarang tetap memilih dilayani sendiri oleh petugas SPBU seperti pengisian BBM pada umumnya.
"Ya karena banyak yang bingung, takut kalau salah-salah nozelnya mengeluarkan bensin terus, jadi awalnya ya banyak yang nggak mau," ungkapnya.
Ardi menambahkan namun dengan penjelasan petugas SPBU bahwa sistem self service ini lebih praktis dan lebih cepat, banyak konsumen yang sudah mulai terbiasa.
"Jadi pada saat pelanggan ngantre panjang kami kasih tahu kalau dengan sistem self service ini jauh lebih cepat dan antreannya sedikit, makanya banyak yang coba, kalau ada yang bingung ada petugas kami yang mengawasi dan siap membantu," katanya.
Penerapan sistem ini membuat banyak nozel SPBU yang berfungsi sehingga antrean kendaraan lebih sedikit.
"Biasanya di bagian sepeda motor hanya 2-4 petugas SPBU yang melayani pengisian BBM, tapi dengan sistem self service ini semua nozel SPBU berfungsi semua, jadi seperti ada 8-10 nozel SPBU yang siap mengisi BBM kendaraan konsumen," ucapnya.
(rrd/hen)











































