Mau Kurangi Impor Minyak, Ini Langkah Jero Wacik

Mau Kurangi Impor Minyak, Ini Langkah Jero Wacik

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 28 Nov 2013 15:07 WIB
Mau Kurangi Impor Minyak, Ini Langkah Jero Wacik
Foto: Jero Wacik (dok.detikFinance)
Jakarta - Dolar semakin menguat mendekati Rp 12.000. Pemerintah mengaku berencana mengurangi impor minyak, agar tak membuat rupiah makin tertekan dan juga menahan subsidi BBM tak melonjak. Apa caranya?

"Rupiah melemah, fokus kita bagaimana punya program yang bisa mengurangi impor minyak," kata Menteri ESDM Jero Wacik ditemui di acara 4th ASEAN Ministerial Meeting on Minerals and Associated Meetings, Nusa Dua, Bali, Kamis (28/11/2013).

Langkah yang akan dilakukan Jero Wacik untuk menekan impor pertama adalah, mendorong penggunaan biodiesel untuk campuran bahan bakar kendaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tujuannya impor solar tidak sebanyak itu, maka sebagian pakai biodiesel, jadi yang tadinya impor 100, kalau bisa 10% pakai biodisel maka impornya tinggal 90%, 10% itu besar," ujar Jero.

Cara kedua yang sudah dilakukannya untuk menekan impor BBM adalah melarang PLN menggunakan pembangkit listrik baru yang berbahan bakar minyak.

"Kemudian membangkitkan listrik baru tidak boleh pakai BBM, pakai diesel itu tidak lagilah, karena kalau pakai diesel sudah solarnya pasti impor harganya mahal," ungkapnya.

Jero mengatakan, untuk itu dirinya mendorong PLN untuk membangun pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar batubara dan gas.

"Jadi pembangkit apa dong? Ya yang pakai batubara, apalagi sekarang dengan teknologi baru CO2 nya tidak terlalu tinggi yang memenuhi syarat lingkungan hidup, ada namanya critical technology dan yang baru namanya super critical technology itu untuk batubara, kemudian kita ada gas juga bangkitkan listrik dengan tenaga gas," jelasnya.

Program selanjutnya yang sudah dilakukannya yakni program konversi atau program pindah dari menggunakan BBM ke BBG.

"Namun beberapa program sulit sekali menjalankannya, ya ada saja (Kementerian) yang kurang mendukung, contoh dalam energi baru terbarukan (EBT) seperti geothermal (panas bumi) seharusnya kita masif mendorong ini, geothermal itu harga listriknya hanya 10 sen per kWh, bandingkan dengan diesel harganya 40 sen per kWh, diesel solarnya impor lagi, geothermal sudah disediakan Tuhan, 200 gunung berapi semuanya ada magma, ada saja kendalanya," katanya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads