Ahok Mau Cabut Subsidi BBM di DKI, Apa Kata Para Pejabat?

Ahok Mau Cabut Subsidi BBM di DKI, Apa Kata Para Pejabat?

- detikFinance
Senin, 16 Des 2013 10:03 WIB
Ahok Mau Cabut Subsidi BBM di DKI, Apa Kata Para Pejabat?
Foto: Ahok (dok.detikFinance)
Jakarta -

1. Menteri Keuangan Chatib Basri

Menteri Keuangan Chatib Basri mendukung dan setuju dengan rencana Ahok ini. Menurutnya, cara paling mudah mencabut subsidi BBM adalah dengan tidak menjual bensin premium di Jakarta.

"Bagus sekali itu. Saya bisa pikirkan mekanismenya. Yang paling mudah adalah tidak jual premium di Jakarta," kata Chatib kepada detikFinance, Sabtu (14/12/2013).

Chatib mengatakan, tidak akan ada kerawanan penyelundupan BBM subsidi yang masuk ke DKI bila kebijakan ini dilakukan. Jadi orang yang mau membeli BBM subsidi harus ke luar Jakarta dulu.

Soal manfaat atau penghematan anggaran bila kebijakan ini diberlakukan, Chatib mengatakan akan dihitung dulu. "Tentu ada manfaatnya buat anggaran," tegas Chatib.

Dihubungi terpisah, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, Pemprov DKI harus berbicara kepada pemerintah pusat terlebih dahulu bila ingin menghapus subsidi BBM di ibu kota. Karena kebijakan subsidi BBM adalah kebijakan nasional.

"Bukan soal boleh atau tidak boleh. Intinya harus dibicarakan dengan pemerintah pusat. Bila sinkron ya bisa saja," ujar Askolani.

2. Wakil Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, pihaknya sangat mendukung rencana Pemprov DKI yang disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok).

"Sangat mendukung karena termasuk kategori 'distribusi tertutup BBM bersubsidi' yang sudah disepakati pemerintah dan DPR dalam APBN 2014. Mekanisme dan izin ada di Kementerian ESDM," kata Bambang kepada detikFinance, Sabtu (14/12/2013).

Penerapan kebijakan ini menurut Bambang tidak sulit. Semua tergantung komitemen dan ketegasan seluruh pihak. "Penerapannya juga bisa bertahap," kata Bambang.

Memang anggaran subsidi BBM ini selalu menekan anggaran pemerintah. Tahun ini saja, anggaran subsidi BBM mencapai Rp 200 triliun, dan diperkirakan akan naik hingga Rp 50 triliun.

3. Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo

Kementerian ESDM merupakan pihak yang paling berkepentingan terkait pengendalian subsidi BBM ini. Menurut Susilo, rencana Ahok untuk mencabut subsidi BBM di DKI sangat bisa dilakukan.

"Ya itu bisa saja. Kan gubernur itu diberi wewenang untuk mengatur dan mengendalikan BBM bersubsidi. Mau dibatesin dengan digilir plat genap-ganjil, mau diberi kupon dan seterusnya ya silakan saja," ujar Susilo singkat kepada detikFinance, Sabtu (14/12/2013).

4. Pengusaha SPBU

Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Punomohadi ikut berkomentar soal rencana Ahok ini. Hiswana Migas merupakan asosiasi pengusaha SPBU di Indonesia.

"Wacana itu kan (pencabutan subsidi BBM) sebetulnya konsep lama yang dilontarkan lagi dengan momentum saat ini. Di mana pemerintah kesulitan menanggung beban subsidi BBM dalam APBN. Yang penting sebetulnya, jika baru sebatas wacana harus diwujudkan dalam bentuk konsep yang jelas," ujar Eri.

Nanti dalam konsep itu, Eri mengatakan, harus diatur dengan jelas bagaimana implementasi kebijakan tersebut. "Baru jika sudah final konsepnya, disimulasikan dulu sebelum diterapkan di masyarakat," kata Eri kepada detikFinance, Sabtu lalu.
Halaman 2 dari 5
(dnl/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads