Kepala Humas Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan menilai, kemacetan hanya akan sedikit terurai dari kebijakan ini. Pasalnya belum dapat dipastikan pemilik kendaraan akan beralih ke transportasi umum.
"Kalau memang subsidi BBM itu dicabut dan subsidinya dialihkan ke transportasi umum. Itu bagus. Tapi kalau untuk kemacetan, paling dampaknya sedikit,' ungkap Bambang di Hotel Millenium, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (16/12/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kan dilihat dulu. Kan tahulah masyarakat kita kan lebih ke gengsinya. Itu yang jadi utama. Akhirnya lebih memilih bawa kendaraan sendiri," sebut Bambang.
Selain itu, menurutnya, kendaraan yang beroperasi di Jakarta saat siang hari kecenderungan berasal dari luar ibu kota. Seperti Tangerang, Bogor, Bekasi, Depok, dan sekitarnya.
"Kebanyakan mobil itu kan dari luar Jakarta," tegasnya.
Terlihat dalam setiap harinya, kemacetan terjadi di beberapa pintu tol menuju Jakarta. Seperti Jagorawi dan Merak. Sangat dipastikan, kendaraan tersebut tetap masih bisa mengkonsumsi BBM dari luar Jakarta.
"Macetnya dari luar kota. Itu sudah cukup buat indikasinya bahwa mobil yang beroperasi di dalam kota itu banyak dari luar," terang Bambang.
(mkj/dnl)











































