"Kita itu miskin listrik, penduduk kita 200 juta lebih sementara kita hanya punya 40 GW (gigawatt). Listrik kita baru akan cukup kalau ada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)," ujar Anggota Dewan Energi Nasional Herman Agustiawan di Pertamina Energy Outlock, di Ritz Carlton Pacific Place, Selasa (17/12/2013).
Herman mengatakan, saat ini negara-negara ASEAN sudah memulai pembangunan PLTN. Bila Indonesia tidak segera membangun, maka Indonesia akan menjadi pembeli listrik dari negara-negara tetangga di ASEAN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herman mengakui saat ini kebijakan pembangunan PLTN masih terhambat, karena kebijakan ini masih belum disetujui DPR.
"Nuklir masih menjadi pilihan terakhir, harus kembangkan energi lainnya, tapi pertanyaan saya apa cukup dengan renewable energy (energi terbarukan)? Tidak, jadi harusnya kita mulai sekarang bangun nuklir, bangun nuklir itu perlu waktu 10 tahun," tegasnya.
"Satu lagi kita tidak punya pembangkit listrik nuklir, kita dilecehkan negara lain, masa ASEAN Bangun kita tidak, kita itu sudah dilecehkan Australia yang kasus penyadapan, apa mau terus dilecehkan?!" tutupnya.
(rrd/dnl)











































