Harga Elpiji Naik, Pemilik Warung Nasi Terancam Gulung Tikar

Harga Elpiji Naik, Pemilik Warung Nasi Terancam Gulung Tikar

Agus Setyadi - detikFinance
Kamis, 02 Jan 2014 16:55 WIB
Harga Elpiji Naik, Pemilik Warung Nasi Terancam Gulung Tikar
Banda Aceh - Akibat melambungnya harga gas elpiji 12 kilogram (kg) sejak kemarin, sejumlah penjual nasi di Banda Aceh mengaku terancam gulung tikar. Hal itu disebabkan karena harga gas naik hingga hampir Rp 150.000 per tabung.

Pemilik Rumah Makan Adek Minang di Banda Aceh, Ema, mengaku sangat terkejut saat mengetahui harga gas elpiji ukuran 12 kg tiba-tiba sudah melambung menjadi Rp 147.000. Padahal, pemerintah tidak memberikan pemberitahuan sebelum kenaikan itu.

"Seharusnya Pemerintah beri tahu dulu. Saya tahu pas saat mau beli gas," kata Ema kepada detikcom, Kamis (2/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ema, ia terancam gulung tikar jika harga gas elpiji terus naik. Hal itu, disebabkan karena modal usahanya untuk jualan nasi sudah harus bertambah. Sementara harga nasi yang dijualnya masih tetap Rp 10.000 per porsi.

"Mau jualan gimana kalau gas terus naik. Harga gas naik sedangkan kita tidak mungkin menaikkan harga nasi," ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap Pemerintah tidak lagi menaikkan harga gas dari harga sebelumnya. "Sayang rakyat kecil kalau harganya terus naik. Bisa-bisa kami gulung tikar," jelas Ema.

Harga gas elpiji 12 kilogram (kg) di Banda Aceh naik sekitar Rp 50.000 per tabung dari harga biasanya. Sekarang, harga gas elpiji di Banda Aceh mencapai Rp 145.000 sampai Rp 150.000 per tabung.

Harga gas di tabung biru ini di Banda Aceh sebelumnya hanya Rp 95.000. Kini bahkan ada kios-kios di Banda Aceh yang menjualnya dengan harga mencapai Rp 150.000 per tabung.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads