Ini Komentar Buruh Soal Kenaikan Harga Gas Elpiji 12 Kg

Ini Komentar Buruh Soal Kenaikan Harga Gas Elpiji 12 Kg

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 06 Jan 2014 08:18 WIB
Ini Komentar Buruh Soal Kenaikan Harga Gas Elpiji 12 Kg
Jakarta - Di awal tahun 2014 ini, PT Pertamina (Persero) menaikan harga gas elpiji ukuran 12 kg menjadi sekitar Rp 120.000 per tabung. Kenaikan ini dirasa cukup berat baik bagi pelaku usaha, ibu rumah tangga tidak terkecuali buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan kenaikan harga gas ukuran 12 kg membuat susah para buruh. Buruh kini mengeluarkan uang ekstra untuk membeli makanan jadi seperti di warteg. Kenaikan harga gas 12 kg memicu kenaikan menu makanan jadi di warteg.

"Kenaikan harga gas 12 kg dirasa betul oleh para buruh apalagi bagi buruh yang lajang karena naiknya menu makanan yang ada di warteg," ungkap Said kepada detikFinance, Senin (6/01/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian masalah lainnya timbul dengan kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg. Menurut Said, hal ini terjadi karena banyaknya masyarakat yang memilih membeli gas 3 kg karena harganya yang lebih murah.

"Buruh ini menolak kenaikan harga gas elpiji 12 kg karena berimbas pada ketersediaan gas elpiji 3 kg yang susah didapat. Sehingga mau tidak mau buruh yang berkeluarga akhirnya membeli gas elpiji 12 kg. Hal ini membuat pengeluaran buruh menjadi bertambah padahal kenaikan upah di tahun 2014 nilainya kecil," tuturnya.

Untuk itu, ia meminta Presiden SBY melihat betul kondisi yang dialami buruh saat ini. Dengan kenaikan Upah Minimum provinsi yang kecil ditambah harga kebutuhan pokok dan gas yang mengalami kenaikan membuat berat hidup para buruh.

"Upah buruh hanya dapat memenuhi 89% kebutuhan hidup selama sebulan. Saya menghimbau kepada Presiden SBY untuk menginstruksikan Pertamina untuk tidak menaikan harga gas 12 kg dan memastikan ketersediaan gas 3 kg yang mudah didapat," katanya.

(wij/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads