Dahlan: Laporan Dirut, Pertamina Tetap Rugi Walau Elpiji 12 Kg Naik

Dahlan: Laporan Dirut, Pertamina Tetap Rugi Walau Elpiji 12 Kg Naik

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 06 Jan 2014 11:37 WIB
Dahlan: Laporan Dirut, Pertamina Tetap Rugi Walau Elpiji 12 Kg Naik
Foto: Elpiji 12 Kg (dok-detikFinance)
Jakarta - Kenaikan harga elpiji 12 kg dari Rp 70.200/tabung jadi Rp 117.708/tabung atau 60%, dinilai Presiden SBY terlalu tinggi. Namun Pertamina mengaku tetap rugi menjual elpji 12 kg.

"Kenaikan tersebut dinilai Presiden terlalu tinggi. Tapi dari laporan Direktur Utama Pertamina, kenaikan sebesar itu masih membuat Pertamina rugi," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan, ditemui di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (6/1/2014).

Dahlan mengatakan, awalnya memang kenaikan tersebut akan membuat masyarakat yang tidak mampu bermigrasi dari elpiji 12 kg, ke elpiji 3 kg bersubsidi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi itu ujung-ujungnya juga seperti masuk kantong kiri keluar kantong kanan," kata Dahlan.

Seperti diketahui, elpiji 3 kg merupakan elpiji bersubsidi, bila konsumsinya membengkak di luar kuota yang ditetapkan, maka APBN akan membengkak karena menambah subsidi elpiji 3 kg.

Dahlan menegaskan, tidak ada sekenario yang bisa diterima birokrasi, kalau harga elpiji dinaikkan, maka dividen untuk pemerintah dari Pertamina ditambah atau sebaliknya.

"Karena logika umum tidak bisa diterima birokrasi, kalau gas elpiji dinaikan maka dividennya dinaikkan, atau dividennya digunakan untuk pembangunan infrastruktur gas," tutupnya.

Sebelumnya, Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengungkapkan, kenaikan harga elpiji dari Rp 5.850 per kg naik Rp 3.959 per kilo atau menjadi Rp 9.809 per kg masih membuat Pertamina rugi Rp 2.100 per kilo.

"Kenaikan ini masih membuat Pertamina jual rugi Rp 2.100 per kilogram," kata Ali beberapa waktu lalu. Jika konsumsi elpiji 12 kg tahun ini sama dengan tahun 2013 yakni sebesar 977.000 ton, maka kerugian yang akan diderita Pertamina dari bisnis elpiji 12 kg masih mencapai Rp 2,1 triliun lebih.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads