"Kalau sekarang dan dalam jangka waktu menengah itu tidak mungkin," tegas Senior Vice President Marketing and Distribution PT Pertamina (Persero) Suhartoko ditemui di Pulau Sambu, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (13/2/2014).
Suhartoko mengungkapkan, tidak mungkin Indonesia bisa terbebas dari impor BBM, karena kebutuhan minyak dan BBM nasional saat ini sangat tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara produksi minyak dalam nasional tidak sampai 1 juta barel per hari.
"kalau produksi minyak nasional kita 1,5 juta barel ya kita bisa setop impor, tapi kan tidak produksinya jauh di bawah itu dan terus turun, makanya perlu impor," ungkapnya.
Selain produksi minyak nasional turun, kapasitas kilang dalam negeri tidak bertambah yakni hanya 1 juta barel per hari.
"Produksi minyak mentahnya tidak sampai 1 juta barel, jadi harus dapat tambahan minyak mentah dari impor, sisanya 500.000 KL lagi impor BBM jadi," tutupnya.
(rrd/ang)











































