Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto mengatakan, PLN sudah berusaha mengatasi pemadaman bergilir alias byar-pet di Sumut, tapi pihaknya mendapatkan banyak kendala di luar kewenangan perusahaannya.
"Banyak kendala yang di luar kewenangan kami, mulai dari pembebasan lahan yang tidak kunjung selesai, sehingga membuat pengerjaan proyek pembangkit listrik terhambat, si kontraktor yang mengerjakan pembangkit telat selesai membangun pembangkit, tanah sudah dibebaskan muncul masalah-masalah sosial di sana, sudah ada pembangkit ditolak masyarakat dan lain sebagainya yang terjadi di lapangan," ungkap Bambang kepada detikFinance, Senin (24/2/2014).
Bambang mencontohkan, PLN berupaya mengurangi defisit listrik di Kualanamu dengan cara menyewa pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 30 megawatt (MW). Pembangkit tersebut selain melistriki rumah penduduk juga memasok listrik ke Bandara Kualanamu yang merupakan obyek vital.
"Namun warga sekitar pembangkit menolak dan meminta pembangkit tersebut dimatikan, alasannya karena suara pembangkit yang bising. Tentu sayang sekali di tengah situasi defisit pasokan listrik 30 MW harus dimatikan. PLN saat ini sedang berusaha memasang alat peredam sehingga tinggkat kebisingannya bisa dikurangi," ujar Bambang.
Bambang menambahkan, PLN juga sudah melakukan langkah darurat dengan melakukan sewa genset berkapasitas total 150 MW.
"Tapi tentu itu masih belum cukup, karena seharusnya kelistrikan di Sumatera Utara sudah direncanakan dipasok dari PLTU-PLTU seperti Nagan Raya berkapasitas 2 x 110 MW di Meulaboh, Aceh, PLTU Pangkalan Susu 2 x 200 MW di Sumatera Utara dan PLTU Teluk Sirih 2 x 112 MW di Sumatera Barat. Namun PLTU-PLTU tersebut molor pengerjaanya sesuai target yang ditentukan. Terlambatnya proyek tersebut di luar kuasa PLN, karena yang mengerjakan proyek tersebut adalah kontraktor dari China," ungkapnya lagi.
Ia menegaskan, PLN akan berusaha mengurangi dampak defisit listrik ini dan akan mulai terlihat antara Maret-April.
"Pasalnya PLTU Nagan Raya 2 x 110 MW unit 1 sudah mulai tes dan sudah menghasilkan listrik, tidak lama lagi bisa segera mengalir listriknya ke masyarakat, apalagi PLTU Labuan Angin 2 x 115 MW akan segera selesai perbaikkannya dan mulai beroperasi kembali minggu depan, ini akan menambah pasokan listrik sekitar 200 MW," tandasnya.
(rrd/ang)











































