Minyak Perdana Pertamina dari Aljazair 600 Ribu Barel Tiba 27 Maret

Minyak Perdana Pertamina dari Aljazair 600 Ribu Barel Tiba 27 Maret

- detikFinance
Selasa, 11 Mar 2014 17:37 WIB
Minyak Perdana Pertamina dari Aljazair 600 Ribu Barel Tiba 27 Maret
Jakarta - Bulan ini, Pertamina akan mendapat kiriman minyak mentah perdana dari lapangan minyak yang dibelinya di Aljazair tahun lalu. Minyak mentah sebanyak 600 ribu barel ini akan diolah di kilang Balikpapan.

Pada 8 Januari 2014 lalu, Pertamina sudah mengirim Kapal Motor Tanker (MT) Gunung Geulis untuk mengambil minyak dari Aljazair.

"Lifting perdana dari blok migas hasil akuisisi Aljazair dijadwalkan tiba di Balikpapan pada 27 Maret 2014. Minyak mentah sebanyak 600.000 barel tersebut akan diolah di kilang Balikpapan," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir dalam keterangannya yang diterima detikFinance, Selasa (11/3/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali mengatakan, BUMN migas ini akan terus melanjutkan pertumbuhan anorganik dengan mengakuisisi atau melakukan merger blok-blok migas di dalam atau luar negeri.

"Sebagai gambaran, selain mendapatkan lifting, pada bulan pertama sejak closing akuisisi pada Desember 2013 lalu, dari operasi Blok 405A, Aljazair Pertamina meraup laba bersih sekitar US$ 24 juta pada 2013," jelas Ali.

Untuk kepentingan bisnis perusahaan, juga dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional, Ali mengatakan, fokus utama Pertamina adalah mengakuisisi blok-blok migas pada negara-negara yang memiliki sumber daya migas melimpah dan sudah berproduksi.

Kemudian, Pertamina saat ini juga telah menjalin kerjasama dengan perusahaan penyedia teknologi kilang asal AS yaitu UOP LLC, yang merupakan anak usaha Honeywell.

"Kerjasama pada tahap awal untuk melaksanakan Bankable Feasibility Study (BFS) untuk Rencana Induk Pengembangan Kilang Pertamina yang akan menjadi landasan bagi modernisasi kilang-kilang Pertamina yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kilang," jelas Ali.

BFS secara parsial dibiayai oleh United States Trade and Development Agency (USTDA) dengan nilai hibah US$ 1,07 juta. "Rencana Induk Pengembangan Kilang akan menjadi landasan bagi Pertamina untuk mencapai tujuan perusahaan menjadi World Class," kata Ali.

Pada tahun lalu, Pertamina mengakuisisi unit bisnis ConocoPhillips di Aljazair yang bernama ConocoPhillips Algeria Limited (COPAL). Nilai akuisisi mencapai US$ 1,75 miliar atau sekitar Rp 17,5 triliun.

Lewat akuisisi ini, berarti Pertamina menguasai 65% saham di Blok 405a yang memiliki tiga lapangan minyak utama, yaitu Menzel Lejmat North (MLN), Ourhoud, dan EMK.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads